Thursday, March 9, 2017

Sebuah buku..

41-Tamp.

Mengejar prinsip yang terlepas dari genggaman serasa memayungi adinda yang bergandeng tangan dengan pujaan. 
Jalan itu masih ada, berliku sudah pasti. 
Namun pintu sudah didepan mata. Tinggal hati untuk menuntun, kaki untuk melangkah.


Sore itu...
"Apa gerangan arti hidup ini bang?" Tanyaku kepada pemuda antik yang hampir saja pecah diusili waktu itu.

"Itu ibarat sebuah buku."

"Buku?"

"Ya. Sebuah buku. Kau harus menulisnya kata demi kata kedalam lembar demi lembar"

"Sesimpel itu? Adik perempuanku yang masih smp juga tau bang. Semest...."

"Sssttt... Kau juga harus membacanya lembar demi lembar, agar paham arti sebuah buku.
Kadang buku yang kita buatpun jarang kita baca sendiri.
Bagaimana orang akan membaca buku kita bila kita sendiri tidak, bahkan menyentuhnya pun jarang.
Rawatlah buku itu agar tetap utuh hingga sampai keanak cucu kelak." Katanya sembari menempelkan jari telunjuk kebibirku.


"Terus bagaim...."

"Sssttt..."

"Maksudk..."

"Sssttt..."